Bolehkah Berzakat Pada Saudara ?

Posted: August 29, 2010 in Islam, Zakat
Tags: ,

Zakat adalah ibadah penyucian harta supaya lebih dekat diri pada Allah azza wajallah selain itu zakat memiliki fungsi sosial membantu dan meringankan beban kaum yang lemah, menghilangkan iri dan hasad di hati dan juga menautkan tali ukhuwah dan silaturrahim. Pesan Rasulullah salallhu alaihiwasallam “ hendaklah kalian saling memberi (hadiah) niscaya kalian akan saling menyayangi”(H.R Bukhari dalam kitab al-adab al-mufrad)

Para penerima zakat adalah mereka yang disebutkan oleh Allah dalam surat at Taubah ayat 60: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Jadi mereka yang berhak menerima zakat ialah: 1. Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya. 2. Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan. 3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat. 4. Muallaf: orang yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah. 5. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir. 6. Orang berhutang: orang yang berutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar utangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya. 7. Pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain. 8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Jika kalau kondisi dari salah seorang keluarga agan ada di antara 8 golongan yang disebut di atas berarti dia berhak menerima zakat, karena zakat boleh diberikan kepada kerabat yang bukan menjadi tanggungan nafkah kita sehari-hari, selain ayah-ibu, anak istri atau suami. Demikian wallahu ta’ala a’lamu. (Tim Dompet Dhuafa)

Dikutip dari Kompas dengan judul artikel yang sama (dengan perubahan seperlunya).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s