Proyek Kereta Super Cepat Di Indonesia

Posted: November 20, 2010 in Berita, Teknologi
Tags: , ,

Jakarta – Sejarah baru akan diukir Indonesia. Tidak lama lagi Indonesia akan memiliki kereta supercepat yang akan mengambil rute Jakarta-Cirebon-Bandung sepanjang 357 KM. Memorandum of Agreement (MoA) tentang proyek bernilai US$ 3 miliar ini telah ditandatangani di Los Angeles, Amerika Serikat (AS).

Bila impian ini jadi kenyataan, maka Indonesia atau Jawa Barat akan tercatat dalam sejarah menjadi tempat pertama di dunia bagi beroperasinya moda transportasi yang super canggih ini. Kereta supercepat ini akan mengalahkan kecepatan dan kecanggihan shinkansen, bullet train dari Jepang, maupun kereta supercepat di Paris, Prancis.

KJRI Los Angeles memenuhi undangan CAEDZ (The Eco Synesis Group) pada tanggal 4 Januari 2010 di Los Angeles untuk menyaksikan penandatangan MoA beberapa konsorsium perusahaan di AS untuk Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH). KJRI Los Angeles diwakili oleh Konsul Ekonomi Edi Suharto dan Pejabat Promosi Investasi Los Angeles, Heldy S. Putera.

Penandatangan MoA proyek senilai US$ 3 miliar yang berupa pembangunan kereta super cepat dan ramah lingkungan Jakarta-Cirebon-Bandung sepanjang 357 km tersebut merupakan penandatanganan lanjutan dari penandatanganan awal yang dilakukan oleh beberapa konsorsium di Kuala Lumpur tanggal 1 Desember 2009.

Hadir dalam kesempatan acara yang difasilitasi oleh CAEDZ tersebut 20 orang pengusaha dari beberapa perusahaan yang tergabung dalam konsorsium seperti Aqua PhyD (California), Inc, McGladrey & Pullen (California), The Interstate Traveller Company LLC (Detroit) dan Copernicus International (California). eCompass Group diharapkan akan menandatangani MoA hari selanjutnya yakni tanggal 5 Januari 2010.

Dengan penandatanganan MoA tersebut, seluruh konsorsium yang terdiri dari 15 perusahaan telah menandatangani MoA dimaksud. Kelima belas perusahaan yang tergabung dalam konsorsium tersebut terdiri dari Aon Risk Service Inc, Aqua-PhyD Inc, Aruna Solutions, Asian Energy Limited, Tricap Group, Copernicus International, eCompass Group, Fidelity National Financial, Global Green Management, McGladry & Pullen, Modular Integrated Technologies, Obermeyer Planen+Beraten, Pembinaan Aktif Gemilang, The Interstate Traveller Company, dan Tum Geotechnical Research.

Menurut Marjorie Hoeh, Director for Investment, Finance and Business Development CAEDZ, proyek tersebut merupakan salah satu proyek dari sejumlah proyek Pembangunan Koridor Ekonomi Jawa Barat yang mencakup wilayah Bandung, Sumedang, Majalengka dan Cirebon atau seluas 7.200 km2 atau kurang lebih seluas

Silicon Valley di California (6,539 km2). Keseluruhan proyek yang bernilai US$ 500 miliar tersebut di dalamnya termasuk rencana pembuatan Lapangan Terbang Internasional di Kertajati, Majalengka dan pembangunan serta pengembangan Pelabuhan laut Internasional di Cirebon.

Terkait time table Proyek H2RSH, Marjorie Hoeh menyampaikan bahwa feasibility study proyek tersebut akan mulai dilakukan pada tanggal 11 Januari 2010 yang akan berlangsung selama 90 hari. Setelah itu bila diputuskan feasible, proyek akan mulai dikerjakan dan dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun kereta super cepat tersebut sudah akan mulai beroperasi.

“Bila time table ini berjalan sesuai perencanaan, maka Jawa Barat atau Indonesia akan tercatat dalam sejarah menjadi tempat pertama di dunia bagi beroperasinya moda transportasi yang super canggih ini,” kata Edi Suharto.

Menurut Edi, dalam tayangan video digambarkan bagaimana moda transportasi modern tersebut beroperasi dan memberi keuntungan/keunggulan jika dibandingkan dengan moda generasi sebelumnya seperti shinkansen (bullet train dari Jepang). Keuntungan tersebut antara lain terkait biaya konstruksi yang lebih murah (US$ 10 juta/mil sedangkan moda konvensional sampai US$ 36 juta/mil), break event point diperkirakan hanya 2 tahun sedangkan moda konvensional sekitar 50 tahun, berbeda dengan moda konvensional yang hanya mengangkut orang moda transportasi baru tersebut juga dapat dipergunakan untuk mengangkut barang (freights dan automobiles).

H2RSH juga memberikan alternatif transportasi yang efektif mengingat dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih cepat sehingga diperkirakan dapat menghemat waktu ke tempat tujuan. Selain itu, H2RSH memberikan kentungan ekonomis dikarenakan selain berfungsi sebagai moda transportasi dapat menghasilkan energi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan energi daerah tertentu, seperti tenaga listrik, air bersih, dan lain-lain.

Kereta Supercepat Hydrogen Super Highway Melesat 400 Km/Jam

Kereta supercepat Hydrogen Super Highway, akan menggunakan teknologi yang dikembangkan Interstate Traveller Company dari AS. Kereta ini diklaim bisa melesat 400 km/jam. Rute Jakarta- Cirebon- Bandung bisa ditempuh satu jam kurang.

Berbeda dengan kereta peluru TGV Prancis dan Shinkansen Jepang yang bertenaga listrik, kereta baru ini nantinya bertenaga hidrogen. Dari situs resmi Interstate Traveller, Kamis (6/1/2010), mereka menyebutkan kereta jenis baru ini menggunakan banyak teknologi ramah lingkungan sekaligus. Kereta ini memakai tenaga matahari untuk mengolah hidrogen yang menjadi tenaga pendorong.

Kereta canggih ini akan memakai konsep fly over seperti monorel tapi dengan sepasang rel pararel. Rel ini akan memakai teknologi magnet sehingga roda kereta tidak pernah menyentuh rel dan rel akan lebih awet.

Rel kereta canggih ini pun akan memakai tiang penyangga. Di sepanjang bagian tengah rel akan dipasang panel surya sebagai sumber energi. Tiang ini dalam konsepnya juga didesain untuk berperan sebagai tiang listrik dan saluran air bersih.

Konsep yang dikembangkan Interstate Traveller adalah kereta berbentuk kapsul. Kereta ini bisa untuk membawa penumpang, mobil atau barang. Perusahaan ini mengklaim biaya pembangunannya murah dan cepat. Meski demikian rencana pembangunan jalur 357 km ini diperkirakan membutuhkan biaya US$ 3 miliar atau Rp 30 triliun.

Nah, untuk kecepatannya, Interstate menjamin kereta hidrogen ini melesat lebih cepat dari kereta peluru. Kereta hidrogen ini ditargetkan bisa mencapai kecepatan 400 km/jam.

Sumber : detikcom,Solo Pos

Bang Ger2 Shout : “Gimana dengan nasib tiang2 monorel di jakarta.? “

Comments
  1. muslimshare says:

    tambah sip ae blog bang ger2…🙂

    http://muslimshare.wordpress.com

  2. Dipta says:

    woow.. proyek yang cukup fantastis..
    bagus kalau itu segera di kerjakan..

  3. setiadi says:

    ini mah kecoa…yang dibutuhan bukan yg beginiaan…sarap juga ni yang punya ide…kereta begini cocoknya buat belanja…suruh saja malaysia telan sendiri tu proyeknya sama penggagasnya si amerika itu…teknologi amerika gitu loh…

  4. setiadi says:

    yang pertama, Indonesia orangnya banyak, kedua teknologi amerika mana ada sejarahnya bikin angkutan masal yang baik dibanding jerman dan jepang? ketiga,mau saja membiayai percobaan orang lain,sudah begitu ga efisien lagi…menurut saya kereta yang dibutuhkan adalah kereta dengan kecepata 200km/jam sudah cukup,yang penting kereta tenaga listrik,dan listriknya dari panas bumi…bekan kecoa pariwisata begitu…

  5. setiadi says:

    yang benar adalah usaha pak habibie untuk membuat sendiri kereta tenaga listrik yang murah dan kalau SBY pinter, justru ide pak habibie inilah yang segera diambil…kalau yang pegang pak habibie sih 250 km/jam juga lewat tu kereta….yang penting murah,bagus dan bikinan sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s