Workaholic Versus Hardworker

Posted: March 22, 2011 in Informasi, kerja
Tags: , , ,

Bagi beberapa orang, bekerja dapat memberikan perasaan puas. Pada titik yang lebih ekstrim, seseorang bahkan menganggap bahwa pekerjaan merupakan hal terpenting sehingga ia bekerja secara berlebihan.

Kondisi ini di masyarakat luas dikenal dengan istilah workaholic. “Seorang workaholic umumnya bekerja tanpa memikirkan kekuatan fisik sendiri dan bekerja secara berlebihan,” tutur Ulin Gading Manajer HRD ECC UGM.

Workaholic pada dasarnya bukanlah termasuk sebagai kelainan. Kondisi ini bisa diatasi dengan pengendalian diri untuk membagi antara kemampuan, tenaga, dan load pekerjaan yang tengah dihadapi. Sebaiknya Anda tidak memaksakan diri dan tetap menyediakan waktu untuk beristirahat.

Ada perbedaan mendasar antara menjadi workaholic atau kecanduan bekerja dengan hardworker atau pekerja keras. Workaholic misalnya bekerja untuk mencapai karir setinggi-tingginya sehingga mengorbankan kepentingan keluarga dan teman, adrenalin meningkat apabila menghadapi hal-hal yang tidak sesuai keinginannya, serta tidak dapat mengalihkan pikiran ke hal-hal lain kecuali yang berkaitan dengan pekerjaan.

Sedangkan hardworker atau pekerja keras akan menetapkan batas pada pekerjaan sehingga masih memiliki relasi dengan keluarga dan teman, serta melakukan aktivitas rekreasi. Seorang pekerja keras dapat mengendalikan dirinya untuk tetap tenang dan mampu mengalihkan pikirannya pada hal-hal yang menyenangkan selain pekerjaannya.

Seperti diberitakan oleh Vivanews dari Times of India, bekerja terlalu keras dan serius bisa memacu penyakit fisik maupun psikologis. Ancaman ini berlaku terutama jika sistem kerja tidak teratur, setiap hari lembur dan tidak menyediakan waktu untuk beristirahat. “Banyak orang menekan dirinya sendiri untuk hidup dengan tidak sehat demi mengejar kesuksesan. Tetapi, tekanan kerja tinggi dan jam kerja yang panjang, bisa membawa seseorang ke dalam masalah kesehatan serius bahkan bisa memperpendek umur,” kata George Griffing, M.D., profesor pengobatan internal dari Saint Louis University, Filipina. (CN)

Comments
  1. Muse Qù says:

    lebih tahu nih. Owner blog…saya print beberapa page di blog ini ya? tak save buat belajar n baca2. ikhlas ya. Makasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s