Archive for July, 2011

Jakarta – Hampir setiap hari, mungkin ada saja ‘bintang’ baru dengan aksi menarik dan kreatif bermunculan di YouTube. Namun tidak semua diketahui publik. Nah, dua bocah kembar ini sepertinya termasuk yang cukup menarik perhatian.

Mengenakan kaos bertuliskan ‘I Love Dad’ dan celana bergaris warna-warni seperti pelangi, dua bocah bernama Jeremy dan Justin bernyanyi mengikuti lagu milik Bruno Mars berjudul The Lazy Song yang diperdengarkan di video itu.

Keduanya tampak sangat hafal lagu ini. Selain bernyanyi, mereka pun menirukan gerakan-gerakan seperti yang ada di video klip asli lagu ini dengan (more…)

Advertisements

GRESIK, KOMPAS.com – Sebuah kisah menggugah kembali datang dari dunia pendidikan. Andika Imam Taufik (9), siswa kelas III SD Negeri Kotakusuma, Sangkapura, Bawean, membeli kursi plastik sendiri karena tak mampu membayar “biaya kursi” yang ditetapkan pihak sekolah. Kursi itu ditentengnya setiap hari ke sekolah.

Andika yang tercatat sebagai siswa kelas unggulan ICP (International Class Program) di sekolahnya terpaksa mendapat perlakuan berbeda di sekolah. Ia harus mengikuti pelajaran di bangku seadanya ketika teman lainnya duduk di kursi baru.

Untuk memasuki tahun pelajaran baru, Andika sebagai siswa ICP, diharuskan membayar biaya sebesar Rp 324.000 sesuai ketentuaan pihak sekolah. Biaya sekolah itu tidak termasuk biaya beli kursi yang nilainya Rp 55.000. Sebagai anak dari keluarga kurang mampu, Andika hingga kini belum bisa membayar biaya sekolah termasuk ‘biaya kursi’ sekolah. Oleh karena itu, ia harus menjalani pendidikan di bangku seadanya. Ibunda Andika, Musnada (35), pun akhirnya nekad membeli kursi plastik sendiri ke pasar, meskipun harus dengan cara kredit.

“Saya sempat diberitahu penjual di pasar kalau sudah ada orang yang membelikan kursi untuk teman-teman sekelas Andika. Karena saya bersikeras, penjual membolehkan saya membeli kursi dengan cara cicilan dan harga potongan,” ujar Musnada, Senin (25/7/2011).

Musnada menjelaskan, ia mendapatkan informasi dari tetangga yang putranya juga sekelas dengan Andika bahwa ada rapat wali murid yang menyebutkan penarikan uang kursi sebesar Rp 55.000. Musnada tidak bias menghadiri rapat wali murid kala itu karena ia harus bekerja. Saat itu, wanita yang bekerja sebagai penjual jamu pikulan keliling itu tak mengikuti rapat tersebut. (more…)

1. Jalan Maut Di Bolivia

Jalan Yungas Utara, juga dikenal sebagai jalan maut, membentang sejauh 61 sampai 69 km dari La Paz (ibukota Bolivia) ke Coroico di daerah Amazon di kawasan Yungas, Bolivia. Begitu berbahayanya hingga melegenda. Pada tahun 1995 Inter American Development Bank membabtisnya sebagai “jalan paling berbahaya di dunia”. Diperkirakan 200-300 orang tewas tiap tahun di jalan tersebut. Sepanjang jalan itu banyak salib berdiri menandai banyak tempat kendaraan-kendaraan mengalami kecelakaan.

Di akhir 2006, setelah dibangun selama 20 tahun, sebuah jalan baru (by-pass) dari La Paz ke Coroico dibuka untuk umum. Jalan baru ini mencirikan konstruksi modern (jembatan, drainase, dll), jalur ganda, trotoar, pagar pengaman dan banyak elemen lain yang membuatnya jauh lebih aman dibandingkan jalan lama. Akibatnya sekarang ini jauh lebih sedikit orang memakai jalan Yungas Utara yang lama, meski justru banyak para petualang bersepeda menikmati sensasi bahaya di sana

2. Terowongan Guoliang Di Cina

Jalan di pegunungan Taihang ini dibangun oleh penduduk desa setempat. Diperlukan 5 tahun untuk menyelesaikan terowongan sepanjang 1.200 meter itu, dengan tinggi kira-kira 5m dan lebar 4m. Sejumlah penduduk tewas oleh kecelakaan selama pembuatannya; namun penduduk lainnya dengan tabah tetap melanjutkannya.

Pada tanggal 1 Mei 1977, terowongan itu dibuka untuk lalu lintas. Letaknya di provinsi Hunan, Cina.

3. Ruta 5 : Jalan Antara Arica Ke Iquique Di Chili

Jalan antara Arica ke Iquique ini terkenal berbahayanya, melalui lembah-lembah teramat dalam dan berkelok-kelok, serta di dasar lembah nampak banyak kerangka mobil korban kecelakaan. Kadang-kadang bila anda di situ menyaksikan mobil dan bis melintas dengan kecepatan tinggi, anda mungkin mengira mereka dengan bodohnya menantang maut atau mereka justru hantu yang sedang lewat. Penampakan seperti itu dimungkinkan oleh pemandangan sekitarnya yang sunyi terpencil dan berwarna membosankan. Maka bila berkendaraan di sana harus dengan konsentrasi penuh dan menghindari mengkonsumsi bahan-bahan yang dapat menyebabkan (more…)

Oleh : Yodhia Antariksa

Dunia usaha atau bisnis selalu merupakan elemen penting dalam menghela pedati kesejahteraan sebuah negeri. Sebab dari dunia bisnis-lah, bentangan investasi ekonomi dijelujurkan, roda perdagangan dilicinkan, dan kemudian, jutaan lapangan kerja diracik dan diwujudkan. Dan dari situlah, tembang kemakmuran mungkin bisa pelan-pelan di-dendangkan.

Itulah kenapa, sungguh penting berupaya agar barisan perusahaan di tanah air terus bergerak maju, dan makin membesar. Lalu : perusahaan apa saja yang kira-kira bisa terus tumbuh dan bergerak to the next level? Daftar perusahaan mana yang layak dikukuhkan sebagai yang terbesar di tanah air?

Berikut adalah daftar ranking 10 perusahaan TERBESAR di tanah air. (more…)


Diambil dari : Setelah Chairul Tanjung/TransTV Mencaplok Detik.com

Chairul Tanjung, pebisnis top yang kerajaan bisnisnya membentang mulai dari TransTV, Para Group hingga Bank Mega mungkin merupakan salah satu pengusaha asli tanah air yang layak di-stabilo. Ia punya visi ingin membangun bisnisnya masuk dalam jajaran Fortune 500 (daftar 500 perusaahan terbesar di dunia berdasar revenue). Sebuah impian yang mak nyus dan amat dibutuhkan untuk membawa dunia bisnis Indonesia masuk dalam jajaran global.

Padahal dulu ia hanyalah salesman alat-alat kesehatan. Padahal dulu ia hanya anak muda ingusan yang berjibaku masuk dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya untuk berjualan. “You are what you believe,” begitu ia pernah berbisik. “Dan saya percaya suatu saat saya akan bisa menjadi a great entrepreneur”, ia melanjutkan bisikannya.

Kini kita memang melihat kang Chairul sebagai pebisnis tangguh nan cemerlang. Dalam waktu singkat, ia menjadikan TransTV sebagai salah satu televisi unggul di tanah air. Ia lalu membeli TV7 (kini Trans7), dan segera menyulapnya : lalu bergulirlah program-program yang disukai masyarakat seperti Opera Van Java dan Bocah Petualang.

Lalu ia layak mendapat keplokan ketika memutuskan untuk mengakuisisi kepemilikan saham Carrefour, retail raksasa dari Perancis. Sebuah langkah win-win. Dengan itu, Carrefour bisa menepis isu penjajahan retail asing (sebab sekarang sudah dimiliki pengusaha pribumi). Pada sisi lain, CT (begitu kang Chairul Tanjung biasa disapa oleh para sekondan-nya) bisa memanfaatkan jaringan retail itu untuk memperluas bisnisnya secara dramatis.

Aspirasi bisnis CT belum juga berhenti (ingat ia sangat ingin masuk jajaran elit Fortune 500). Begitulah, ia lalu mendirikan Trans Studio di Makassar yang sukses besar (dengan itu pula, Indonesia Timur punya ikon wisata yang layak dibanggakan). Menyusul kemudian Trans Studio Bandung yang mungkin juga akan sukses (tapi gila juga, antrinya bisa sampe 4 jam, pas liburan sekolah seperti sekarang ini !!).

Dan dua minggu lalu, ia akhirnya berhasil mewujudkan keinginan lama yang telah ia pendam begitu lama (more…)