Sang Pebisnis Pribumi, Bos Trans TV Mencaplok Detik com

Posted: July 11, 2011 in Berita, Manajemen
Tags: , , ,


Diambil dari : Setelah Chairul Tanjung/TransTV Mencaplok Detik.com

Chairul Tanjung, pebisnis top yang kerajaan bisnisnya membentang mulai dari TransTV, Para Group hingga Bank Mega mungkin merupakan salah satu pengusaha asli tanah air yang layak di-stabilo. Ia punya visi ingin membangun bisnisnya masuk dalam jajaran Fortune 500 (daftar 500 perusaahan terbesar di dunia berdasar revenue). Sebuah impian yang mak nyus dan amat dibutuhkan untuk membawa dunia bisnis Indonesia masuk dalam jajaran global.

Padahal dulu ia hanyalah salesman alat-alat kesehatan. Padahal dulu ia hanya anak muda ingusan yang berjibaku masuk dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya untuk berjualan. “You are what you believe,” begitu ia pernah berbisik. “Dan saya percaya suatu saat saya akan bisa menjadi a great entrepreneur”, ia melanjutkan bisikannya.

Kini kita memang melihat kang Chairul sebagai pebisnis tangguh nan cemerlang. Dalam waktu singkat, ia menjadikan TransTV sebagai salah satu televisi unggul di tanah air. Ia lalu membeli TV7 (kini Trans7), dan segera menyulapnya : lalu bergulirlah program-program yang disukai masyarakat seperti Opera Van Java dan Bocah Petualang.

Lalu ia layak mendapat keplokan ketika memutuskan untuk mengakuisisi kepemilikan saham Carrefour, retail raksasa dari Perancis. Sebuah langkah win-win. Dengan itu, Carrefour bisa menepis isu penjajahan retail asing (sebab sekarang sudah dimiliki pengusaha pribumi). Pada sisi lain, CT (begitu kang Chairul Tanjung biasa disapa oleh para sekondan-nya) bisa memanfaatkan jaringan retail itu untuk memperluas bisnisnya secara dramatis.

Aspirasi bisnis CT belum juga berhenti (ingat ia sangat ingin masuk jajaran elit Fortune 500). Begitulah, ia lalu mendirikan Trans Studio di Makassar yang sukses besar (dengan itu pula, Indonesia Timur punya ikon wisata yang layak dibanggakan). Menyusul kemudian Trans Studio Bandung yang mungkin juga akan sukses (tapi gila juga, antrinya bisa sampe 4 jam, pas liburan sekolah seperti sekarang ini !!).

Dan dua minggu lalu, ia akhirnya berhasil mewujudkan keinginan lama yang telah ia pendam begitu lama : mencaplok Detik.com – sebuah portal online legendaris yang begitu dominan dalam sejarah internet di tanah air.

Akuisisi itu nilainya konon mencapai ratusan milyar (maka dua pendiri utama Detik.com mendadak menjadi milyuner — itulah enaknya menjadi pemilik bisnis). Apapun, proses akusisi ini layak dipandang sebagai langkah cerdik CT untuk menguasai jagat online tanah air.

Detik.com bagaimanapun hingga hari ini masih tetap menjadi dewa dalam dunia informasi online tanah air. Memang serbuan Kompas.com dan Vivanews (yang agresif beriklan di Facebook) pelan-pelan bisa menggoyang kejayaan Detik.com. Ini juga yang mulai terjadi – Kompas.com dan Vivanews kian meningkat trafik pengunjungnya.

Itulah kenapa Detik.com mungkin perlu suntikan kreativitas yang segar untuk mencegat laju para pesaingnya yang terus berinovasi. CT dengan visi dan sumber daya yang melimpah mungkin bisa segera membawa Detik.com terbang melesat.

Pada sisi lain, akuisisi Detik.com memang membuat CT bisa dengan mudah menguasai jagat online dibanding ia harus membangun brand sendiri dari nol. Barangkali ia akan tertatih-tatih seperti upaya bos RCTI yang membangun portal online bertajuk Okezone.com.

Ke depan, Detik.com mungkin bisa menjadi kuda troya bagi CT untuk benar-benar menguasai panggung online tanah air (ingat, pengguna internet Indonesia akan mencapai 100 juta pada tahun 2020).

Ia tetap bisa mempertahankan gaya khas Detik.com yang selama ini sudah ada. Namun ia kemudian bisa melakukan kolaborasi dan sinergi antara Detik.com dengan TransTV, atau antara Detik.com dengan Trans Studio-nya. Atau antara Detik.com dengan Carrefour untuk membangun online retailer raksasa seperti kisah sukses Amazon.com (web online ini akan segera menjadi retailer terbesar di dunia, mengalahkan sang raja Walmart).

Dengan segala sepak terjangnya, CT merupakan figur bisnis yang menarik. Ia anak asli Indonesia, dan menjadi besar tanpa dukungan nama besar orang tua. Ia juga punya impian besar untuk membangun kerajaan bisnis yang menyediakan ribuan tenaga kerja.

Kang Chairul, you rock.

Oleh : Yodhia Antariksastrategimanajemen.net

Comments
  1. […] Sang Pebisnis Pribumi, Bos Trans TV Mencaplok Detik com […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s